Senin, 10 Oktober 2011

TUGAS SOFTSKIL PERILAKU KONSUMEN BAB 1 SAMPAI 3- PERTEMUAN 1

MCDONALD'S MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN PARA KONSUMEN


BAB  I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah
Jika Anda sedang mengemudi di jalan umum dan menemui sebuah lambang berupa dua busur kuning cerah yang menyerupai huruf M, apakah yang terbersit dalam pikiran Anda? Ya, ingatan Anda kemungkina besar langsung tertuju kepada restoran McDonald dan makanan cepat saji yang lezat di lidah. McDonald’s Corporation tidak diragukan lagi merupakan sebuah raksasa dunia dalam bisnis makanan siap saji. Diawali dengan pendirian restoran pertamanya di tahun 1940 oleh dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, rangkaian rumah makan siap saji yang menyediakan pilihan menu khas seperti hamburger, minuman ringan, kentang goreng, filet ayam serta beberapa pilihan hidangan lokal sesuai lokasi restoran masing-masing. Mereka memperkenalkan "Speedee Service System" pada tahun 1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji modern.
Namun kini restoran tersebut sudah dikenal di seluruh dunia, dan restoran tersebut juga sudah tersebar di 118 negara di dunia, salah satunya Indonesia.
Dapat dikatakan hampir semua orang menyukai makanan yang disajikan oleh restoran tersebut. Baik tempat dan pelayanan yang diberikan oleh restoran tersebut sangatlah baik. Manajemen yang dilakukan oleh restoran tersebut sangat memperhatikan keinginan para konsumen. Itu sebabnya restoran tersebut dijadikan restoran faforit untuk semua orang.
2.      Rumusan Masalah 
1)      Bagaimana cara pihak restoran McDonalds memahami prilaku konsumen?
2)      Bagaimana cara pihak restoran McDonalds memenuhi kebutuhan dari segmentasi pasar?
3)      Bagaimana cara konsumen dapat mengambil sebuah keputusan jika restoran Mcdonald adalah restoran cepat saji yang paling baik?
3.      Tujuan penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas, maka penelitian yang saya buat ini bertujaun untuk :
1)      Untuk mengetahui sejauh mana restoran McDonald memahami prilaku para konsumen.
2)      Untuk mengetahui bagaimana cara pihak restoran dapat memenuhi kebutuhan dari berbagai segmentasi pasar.
3)      Untuk mengetahui bagaimana cara konsumen mengambil sebuah keputusan dalam memilih dan mengkonsumsi sebuah produk.
4.      Metodelogi Penelitian
Menurut cara perolehannya dalam penelitian ini saya menggunakan beberapa metode diantaranya :
1.      Melalui data sekunder, yaitu data yang berasal dari pihak lain yang telah dikumpulkan dan diolahnya terlebih dahulu.
2.      Sedangkan menurut sifatnya saya menggunakan data primer dan data sekunder.
3.      Dan menurut sumbernya, dalam penelitian ini saya mengumpulkan data melalui dokumentasi, yaitu mencari data-data melalui media internet.
5.      Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara untuk masalah yang diteliti, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
Restoran cepat saji McDonald’s mampu memenuhi kebutuhan para konsumennya.


                                           
BAB  II
PEMBAHASAN
       I.            Pendahuluan
                    A.            Apakah yang di maksud dengan Perilaku Konsumen ?
Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low – involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high – involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Dan restoran McDonald tentunya menggunakan prinsip dari penegrtian prilaku konsumen tersebut. Restoran tersebut mengenali bagaimana keinginan bahkan kebutuhan para pelanggannya.
Pihak restoran McDonald melakukan pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi  pemasaran yang baik, yaitu dengan mengadakan promosi melalui media iklan baik d TV, majalah, maupun surat kabar.
Kemudian melakukan inovasi terbaru setiap periode agar menarik keinginan dan kebutuhan para konsumen. Kemudian memberikan diskon untuk menarik pembeli. Menambahkan menu untuk anak, dan  menu anak tersebut diberikan  tambahan hadiah berupa mainan. Hal ini digunakan agar menarik perhatian konsumen pada anak-anak.
                     B.            Pemikiran yang benar tentang konsumen
Konsumen adalah orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

                    C.            Penelitian konsumen sebagai suatu bidang yang dinamis
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi.
Dalah hal ini seorang konsumen lebih menyukai menu makanan Hamburger dan Frenchfrise di bandingkan menu paket panas seperti rice + chicken + cola yang di sajikan oleh restoran McDonald. Karena menurut mereka, menu tersebut lebih enak dan lebih unik dari segi rasa maupun segi bentuk.

II.            Segmentasi pasar dan analisis demografi
                    A.            Apa yang di maksud dengan Segmentasi Pasar ?
Pengertian segmentasi pasar itu sendiri adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berprilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berprilaku lebih seragam. Atau proses pengelompokkan bagian-bagian pasar yang berprilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang beragam. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.
1)      Segmentasi pasar dan kepuasan
Pengelompokan inilah yang sering kita dengar sebagai segmentasi pelanggan. Segmentasi ini mutlak dilakukan secara bervariasi. Dapat di bagi beberapa segmen berdasarkan :
Ø      letak geografis
Ø      volume pembelian demografis
Ø       produk yang dibeli 
Ø      sesuai kebutuhan Anda

Umumnya, tiap segmen adalah unik dan juga memberi kontribusi yang berbeda terhadap organisasi.

2)      Segmentasi dan profitabilitas
a)      Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi
Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.
b)      Fokus Pada “Core Business” Terpenting Anda
Apakah Anda sudah mengetahui apa sebenarnya Core Business di mana Anda harus menfokuskan waktu, energi dan pikiran? Jika Anda melenceng pada hal-hal yang tidak penting, maka yang sedah Anda lakukan adalah pemborosan sumberdaya yang sangat berharga, yaitu waktu Anda.
c)      Berdayakan Orang-orang Yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.
d)      Pertajam Kecerdasan Organisasi
Apakah organisasi Anda merupakan organisasi yang cerdas? Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi pula kemampuan organisasi Anda dalam menavigasikan diri ke arah masa depan yang lebih baik. Seberapa sering Anda memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas bagi para karyawan untuk mempertajam kemampuan mereka dalam mengelola organisasi secara lebih profesional. Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan Anda.
e)      Kompensasi Yang Sesuai
Manusia ingin dihargai. Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap mereka akan memberikan yang terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan merefleksikan kinerja. 

3)      Penggunaan segmentasi dalam strategi pemasaran 
Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:

§         Measurable      : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat  
  diukur  meskipun ada beberapa variabel yang sulit  
  diukur.
§         Accessible        : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani
   secara efektif.
§         Substantial        : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan
  untuk dilayani
§         Differentiable    : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual
  dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap
  elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
§         Actionable        : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan
  melayani segmen-segmen yang bersangkutan.

Ø      Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:

a)      Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
b)      Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Dari penjelasan mengenai segmentasi di atas, restoran McDonald di tujukan untuk semua kalangan. Baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. McDonald sendiri ingin menjadikan restorant sebagai tempat untuk berkumpul.
Perusahaan tersebut juga menekankan pada kesejahteraan karyawannya. Dengan memberikan kesejahteraan kepada karyawan, maka karyawan pun juga memberikan cara kerja yang baik kepda perusahaan. Seperti memebrikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Dan ini terjadi kerja sama baik antara atasan, karyawan bahkan konsumen.
Namun untuk di Indonesia sepertinya restoran McDonald hanya diperuntukan untuk kalangan kelas menengah dan kalangan kelas atas saja. Untuk kalangan kebawah mereka tidak dapat menikamti makanan yang disajikan oleh restoran tersebut. Hal ini dikarenakan harga yang tidak mudah terjangkau untuk kalangan kelas bawah.
Namun restoran McDonald juga memperhatikan konsumennya. Seperti menyediakan makanan yang halal dan yang haram kepada konsumen. Karna tidak semua konsumen menyantap makanan yang Haram (contohnya daging babi atau pun anjing). Kemudian khususnya dinegara Indonesia, restoran tersebut menyediakan menu tambahan nasi. Karna nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Dan berbeda dengan Negara asal restoran tersebut. Restoran tersebut di Negara asalanya tidak menyediakan menu tambahan nasi karna memang masyarakat di sana tidak memakan nasi melankan gandum.
Kemudian restoran tersebut juga menyediakan menu breakfast, menu ini di peruntukan untuk para konsumen yang belum sempat sarapan sebelum melakukan aktifitas rutinnya.
Dan kini di setiap outlat/ restoran-restoran McDonald lainnya sudah menyediakan Wi-Fi untuk mereka yang ingin melakukan internet conection.    
                 B.            Rencana perubahan
Rencana perubanan maksudnya adalah perilaku konsumen dimana mulai mengalami perubahan terhadap suatu produk. Hal ini daat di karenakan adanya rasa kecewa terhadap kelemahan produk.
Contoh : Konsumen Indofood mengurangi konsumsi produk karena ada beberapa kendala, seperti tidak tersedianya stok produk di pasar, kualitas yang menurun atau harga yang naik.
                    C.            Analisis konsumen dan perubahan struktur pasar
                                              a.            Analisi konsumen
Ø      Analisis konsumen dan kebijakan social
Analisis konsumen berguna untuk melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran pemasaran di dalamnya. Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai pentahapan sebagai berikut:
·        Analisis Kebutuhan. Konsumen merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain-lain.
·        Pencarian Informasi. Setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.
·        Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian mengadakan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia keluarkan.
·        Keputusan Pembelian. Konsumen memutuskan untuk membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
·        Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa. Apakah dia akan puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa tersebut atau tidak.

Ø                  Analisis Kebijakan Sosial 
Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakn yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru. 

Namun demikian, baik analisis kebijakan maupun pengembangan kebijakan keduanya memfokuskan pada konsekuensi-konsekuensi kebijakan. Analisis kebijakan mengkaji kebijakan yang telah berjalan, sedangkan pengembangan kebijakan memberikan petunjuk bagi pembuatan atau perumusan kebijakan yang baru. 
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa analisis kebijakan sosial adalah usaha terencana yang berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan preskripsi atau rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap konsekuensi-konsekuensi kebijakan sosial yang telah diterapkan. Penelaahan terhadap kebijakan sosial tersebut didasari oleh oleh prinsip-prinsip umum yang dibuat berdasarkan pilihan-pilihan tindakan sebagai berikut: 
·        Penelitian dan rasionalisasi yang dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang dilakukan. 
·        Orientasi nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial tersebut berdasarkan nilai benar dan salah. 
·        Pertimbangan politik yang umumnya dijadikan landasan untuk menjamin keamanan dan stabilitas. 

                                              b.            Perubahan struktur pasar konsumen
Struktur Pasar Konsumen terdiri dari Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli. Untuk struktur pasar yang terjadi pada restoran McDonal ini sendiri merupakan pasar monopolistic, yaitu terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Sifat-sifat pasar monopolistik :
§         Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
§         Mirip dengan pasar persaingan sempurna
§         Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
§         Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
§         Relatif mudah keluar masuk pasar

 III.            Proses pengambilan keputusan oleh konsumen
                    A.            Model proses pengambilan keputusan
Model-model pengambilan keputusan telah dikembangkan oleh beberapa ahli untuk memahami bagaimana seorang konsumen mengambil keputusan pembelian. Model-model pengambilan keputusan kontemporer ini menekankan kepada aktor yang berperan pada pengambilan keputusan yaitu konsumen, serta lebih mempertimbangkan aspek psikologi dan sosial individu. Dan secara umum ada tiga cara/model analisis pengambilan keputusan konsumen, yakni:
·        Economic Models, pengambilan keputusan diambil berdasarkan alas an ekonomis dan bersifat lebih rasional.
·        Psychological models, diambil lebih banyak akrena lasan psikoligs dan sejumlah faktos sosilogis seperti pengaruh keluarga dan budaya
·        Consumer behaviour models. Model yang umumnya diambil kebanyakan konsumen, Dilandasi oleh faktor ekonomi rasional dan  psikologis.

                     B.            Tipe-tipe proses pengambilan keputusan
Tipe Pengambilan keputusan ( Decision making) adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.  Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
                                              a.            Keputusan terprogram/keputusan terstruktur, yaitu keputusan yang berulang-ulang dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah. 
                                              b.            Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur, yaitu  keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci. Contohnya:  Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, seperti mesin kasir, untuk minuman, masak dan lain sebagainya. Dan untuk keputusan alokasi dana promosi. 
                                              c.            Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur, yaitu keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.

                    C.            Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah
Ø      Faktornya antara lain :
a)      Masalah sederhana ( simple problem ) CORAK / JENIS MASALAH1 
• • Ciri : berskala besar, tidak berdiri sendiri (memiliki kaitan erat dengan masalah lain), mengandung konsekuensi besar, pemecahannya memerlukan pemikiran yg tajam dan analitis . 
• Scope : Pemecahan masalah dilakukan secara kelompok yang melibatkan pimpinan dan segenap staf pembantunya. 
• Jenis : masalah yg terstruktur ( structured problems) & masalah yg tidak terstruktur ( unstructured problems ). 

b)      Masalah rumit ( complex problem ) CORAK / JENIS MASALAH - 2 , yaitu masalah yg jelas faktor penyebabnya, bersifat rutin dan biasanya timbul berulang kali shg pemecahannya dapat dilakukan dengan teknik pengambilan keputusan yg bersifat rutin, repetitif & dibakukan. 
• Contoh : penggajian, kepangkatan dan pembinaan pegawai, masalah perijinan, dsb. 
• Sifat pengambilan keputusan : relatif lebih mudah atau cepat, salah satu caranya dengan penyusunan metode / prosedur / program tetap (SOP). 

c)      Masalah yg Terstruktur, yaitu penyimpangan dari masalah organisasi yang bersifat umum, tidak rutin, tidak jelas faktor penyebab dan konsekuensinya, serta tidak repetitif kasusnya. 
• Sifat pengambilan keputusan : relatif lebih sulit dan lebih lama , diperlukan teknik PK yang bersifat non-programmed decision-making. 

d)      Masalah yg Tidak Terstruktur
v    Fakta dipisahkan dari opini atau spekulasi. Data objektif dipisahkan dari persepsi. 
v    Semua pihak yg terlibat diperlakukan sebagai sumber informasi. 
v    Masalah harus dinyatakan secara eksplisit/tegas, untuk menghindarkan dari pembuatan definisi yg tidak jelas. 
v    Definisi yg dibuat harus menyatakan dg jelas adanya ketidak-sesuaian antara standar atau harapan yang telah ditetapkan sebelumnya dan kenyataan yg terjadi. 
v    Definisi yg dibuat harus menyatakan dengan jelas, pihak-pihak yang terkait atau berkepentingan dengan terjadinya masalah. 
v    Definisi yg dibuat bukanlah seperti sebuah solusi yang samar. Contoh: Masalah yang kita hadapi adalah melatih staf yang bekerja lamban. 
                    D.            Pembelian
Pembelian adalah situasi dimana konsumen bersedia menukarkan sejumlah uangnya dengan sejumlah produk barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.
Dengan melakukan pembelian makanan di restoran McDonald sebagaimana diketahui adalah salah satu restoran makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena kecepatan waktu dalam hal penyajiannya.
Demikian juga bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, restoran tersebut merupakan restoran makanan cepat saji yang biasa dikonsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan karna tempatnya kini lebih mudah terjangkau.
Dengan semakin banyaknya restorant cepat saji lainnya yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan keinginannya. 
Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen makanan cepat saji untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya brand/ nama restoran yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.

                     E.            Diagnosa perilaku konsumen
Persaingan dalam dunia bisnis dimasa sekarang baik di pasar dalam negeri/domestik mapun di pasar luar negeri. Apalagi negara Indonesa yang telah melakukan Asean Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2002, hal ini berarti pelaku bisnis yang ada di dalam negeri selain mereka harus bersaing dengan pelaku bisnis lokal mereka juga bersaing dengan pelaku bisnis luar negri karena mereka telah dibebaskan bea masuk produk yang mereka tawarkan di pasar dalam negeri. untuk mengenakan persaingan, perusahaan harus mampu memberikan kepada para pelanggannya, misalnya dengan memberikan produk yang mutunya lebih baik, harganya baik, pelayanannya lebih baik dari para pesaingnya.
Oleh karena itu kepuasan konsumen merupakan masalah penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Perilaku konsumen mencerminkan mengapa seseorang konsumen membeli suatu produk dan bagaiamana konsumen itu memilih dan membeli suatu produk. Konsumen akan membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkannya.
Oleh karena itu seorang konsumen akan memilih barang yang memenuhi harapannya. Dengan mengkaji perilaku konsumen perusahaan dapat mengetahui tentang hasil diagnosa siapa dan apa serta bagaimana kebenaran tentang pemakaian suatu poduk. Dari perilaku konsumen menyenangi produk saingan dan kurang menyenangi produk yang dihasilkan suatu perusahaan.


BAB  III
PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dalam mendirikan sebuah usaha/ bisnis seperti restoran cepat saji seperti di atas. Kita harus mengetahui terlebih dulu bagaimana selera pasar atau selera konsumen. Apakah kita bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Walaupun pada dasarnya yang menjadi tujuan utama kita dalam mendirikan sebuah usaha adalah untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Namun jika kita tidak memperhatikan bagaimana kebutuhan konsumen, maka konsumen tidak akan mengkonsumsi produk yang kita hasilkan.
Seperti yang saya telah bahas dalam studi kasus di atas mengenai restoran cepat saji McDonald. Ia mampu bertahan hingga saat ini dikarenakan mereka mampu memenuhi kebutuhan para konsumen. Salah satunya ialah dengan memberikan menu tambahan nasi untuk di Indonesia. Karena pada Negara asalnya restoran McDonald tersebut tidak ada menu nasi. Dan itu sudah membuktikan bahwa restoran trsebut mampu memenuhi kebutuhan para konumen.

Dan bahkan kini di setiap restoran sudah di pasang Wi-Fi untuk mempermudah konsumen yang makan di retoran tersebut untuk melakukan internetan. Dan itu menambah daftar bahwa restoran tersebut memenuhi kebutuhan konsumen. Dan setiap periode restoran tersebut juga melakukan inovasiinovasi yang lebih fresh, yaitu dengan memberikan menu special berupa menu breakfast. Jadi bagi para konsumen yang ingin sarapan atau belum sempat sarapan dapat memesan menu tersebut.

SARAN
Dari data di atas, saya hanya ingin memberikan beberapa saran kepada para pebisnis. Utamakanlah kebutuhan para konsumen. Jika kalian hanya memikirkan bagaimana mencari sebuah keuntungan tanpa memikirkan bagaiamana cara memenuhi kebutuhan para konsumen. Perusahaaan atau uasaha yang anda bangun tidak akan tetap kokoh berdiri. Karna mempertahankan konsumen itu jauh lebih sulit dari pada mendapatkan konsumen.



DAFTAR PUSTAKA

Budiarto Teguh, Dasar Pemasaran, Depok : Seri Diktat Kuliah Universitas Gunadarma

Sabtu, 08 Oktober 2011

BAB 1 - TUGAS METODE RISET



Nama : DESTI DIRNAENI
NPM   : 12209257
Kelas  : 3 EA 11

ANALISIS PEMILIHAN MEREK LAPTOP DI KALANGAN MAHASISWA
Studi kasus : Mahasiswa Gunadarma

Tema : Teknologi



1.  Latar belakang

1.1.      Fenomena

Dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat saat ini perusahaan perlu memanfaatkan sumber dayanya dengan optimal, termasuk berusaha menciptakan atau melakukan rekayasa yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen, misalnya melalui citra merek produknya.

Fenomena tersebut dapat dilihat dari kondisi persaingan saat ini yang terjadi pada produk  laptop. Keanekaragaman produk  laptop yang ada pada saat ini mendorong konsumen untuk melakukan identifikasi dalam pengambilan keputusan saat menentukan suatu merek yang menurut mereka memenuhi kriteria sebuah produk laptop yang ideal.

Kompetisi tersebut akan terus berlanjut karena  beberapa merek baru terus bermunculan dengan berbagai macam varian seperti: Accer, HP, Dell, Toshiba, Asus, dll. Hal tersebut juga dibuktikan dengan penguasaan pangsa pasar (market share) pada produk laptop.

1.2.      Riset terdahulu

ANALISIS PENGARUH CITRA MEREK DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LAPTOP MEREK ACER DI KOTA SEMARANG
Oleh : PRABA SULISTYAWATI, 2010

Variabel kualitas produk memiliki pengaruh lebih besar terhadap keputusan pembelian konsumen dibandingkan variabel citra merek dengan hasil regresi sebesar 0,559. Selanjutnya pengaruh variabel lainnya citra merek adalah sebesar 0,250.

Hipotesis pertama (H1) yang menyatakan bahwa citra merek (X1) berpengaruh positif
terhadap keputusan pembelian (Y), telah terbukti kebenarannya. Hal ini berarti citra merek merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong konsumen untuk melakukan pembelian produk laptop merek Acer.

Hipotesis kedua (H2) yang menyatakan bahwa kualitas produk (X2) berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian (Y), telah terbukti kebenarannya. Hal ini berarti kualitas produk merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong konsumen untuk
melakukan pembelian produk laptop merek Acer. 

Variasi keputusan pembelian dijelaskan oleh variabel citra merek dan kualitas produk sebesar 57,7% , sedangkan sisanya 42,3% dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain diluar model.


1.3.         Motifasi penelitian
Fungsi dari penelitian ini adalah untuk :
1. melihat seberapa besar pasar laptop dikalangan mahasiswa
2. menelaah lebih jauh loyalitas mahasiswa terhadap suatu merek laptop
3. faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa untuk memilih suatu merek laptop

2.   Masalah

Mahasiswa sebagai instrumen pendidikan tingkat tinggi yang mewakili perkembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan kini dituntut untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman. Pemanfaatan teknologi sebagai penopang media pembelajaran akan memberikan dampak yang positif serta meningkatkan nilai ilmu pengetahuan.

Di era globalisasi ini komputer merupakan media utama dalam setiap pembelajaran, namun mahasiswa dihadapkan pada banyaknya merek laptop yang ada di pasaran. Namun mahasiswa juga dituntut untuk mendapatkan kualitas yang menunjang untuk bidang studi matakuliah setiap mahasiswa.

3.   Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk melihat seberapa besar pasar laptop dikalangan mahasiswa
2. Untuk menelaah lebih jauh loyalitas mahasiswa terhadap suatu merek laptop
3. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa untuk memilih suatu merek laptop


4.   Metodologi
Dalam penelitian yang saya lakukan ini, saya mengambil populasi penelitian mengacu pada mahasiswa Gunadarma J1 kalimalang yang memakai produk laptop sebagai alat utama penunjang kegiatan belajar.
Karena populasi dalam penelitian ini yaitu sebagian dari sempel mahasiswa yang menggunakan laptop sebagai media belajar di Universitas Gunadarma. Karena jumlahnya sangat banyak, maka dilakukan pengambilan sampel untuk penelitian ini.
Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik  non probability sampling dengan cara purposive sampling. Pada teknik ini peneliti memilih sampel purposif bertujuan untuk mengumpulkan data secara subjektif
Penelitian yang dilakukan dalam tulisan ini menggunakan metode survey sampel mahasiswa Gunadarma yang mengkombinasikan data kulitatif dan data kuantitatif dalam analisisnya. Hal ini digunakan untuk memperoleh gambaran kualitatif maupun kuantitatif atas tanggapan yang diberikan oleh responden terhadap merek laptop yang digunakannya.

5.   Rekomendasi
Kotler, Phillip. 2000.  Manajemen Pemasaran.  Edisi Milenium. Jakarta: PT. Indeks
Kelompok Gramedia.

Setiadi, Nugroho J. 2003. Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta: Prenada Media.
Kotler, Phillip.  2005.  Manajemen Pemasaran.  Jilid 1.  Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.

Kamis, 29 September 2011

PERTEMUAN 2- TUGAS METODE RISET


NAMA                       : DESTI DIRNAENI
KELAS                      : 3 EA 11
NPM                           : 12209257
MATKUL                  : METODE RISET

TEMA            : PENGANGGURAN
ANALISIS DAMPAK PENGANGGURAN DI INDONESIA

1.     Latar Belakang Masalah
Salah satu prioritas dalam membangun perekonomian yang dikemukakan  pemerintah Indonesia adalah penciptaan lapangan pekerjaan atau berkurangnya tingkat pengangguran. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang besar berpotensi tinggi dalam menghasilkan output nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Data Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia memiliki trend yang terus meningkat. Kemudian, dari angkatan kerja di Indonesia yang mencapai sekitar 102,55 juta orang, 9,39 juta orang diantaranya tergolong pengangguran pada tahun 2008 (BPS, 2009). Hal ini menyebabkan potensi SDM yang ada dan potensi output yang dihasilkan terbuang sia-sia. Pengangguran terjadi dikarenakan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia tidak sesuai dengan jumlah angkatan kerja. Jadi jumlah pencari kerja jauh lebih besar dibandingkan lapangan kerja yang tersedia. Dan inilah yang menyebabkan terjadinya pengangguran di Indonesia.
2.     Rumusan Masalah
1)      Apa pengertian pengangguran itu sendiri
2)      Bagaiman dampak pengangguran terhadap perekonomian
3)      Bagaimana kebijakan dilakukan pemerintah dalam mengatasi pengangguran yang semakin bertambah

3.     Tujuan Penelitian
1)      Untuk mengetahui apa pengertian pengangguran itu sendiri
2)      Mengetahui bagaiman dampak pengangguran terhadap perekonomian
3)      Untuk kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi pengangguranyang semakin bertambah
4)      Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengangguran terhadap pembangunan ekonomi.

4.     Metodelogi Penelitian
Menurut cara perolehannya dalam penelitian ini saya menggunakan data sekunder, yaitu data yang berasal dari phak lain yang telah dikumpulkan dan diolahnya terlebih dahulu.
Sedangkan menurut sifatnya saya menggunakan data primer dan data sekunder.
Dan menurut sumbernya, dalam penelitian ini saya mengumpulkan data melalui dokumentasi, yaitu mencari data-data melalui media internet.

5.     Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara untuk masalah yang diteliti, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
Diduga bahwa pengangguran dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi.

6.     Hasil dan Analisis

·         Apa yang dimaksud dengan pengangguran ?

a)      Menurut RIYAN SHAH, Pengangguran Yang Menjadi Ancaman Terhadap Ekonomi Sumbar, 2007. Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya.

Analisis yang saya dapat dari pengertian pengangguran dari beliau adalah, bahwa pengangguran adalah orang yang tidak bekerja atauu tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Dikarenakan lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah angkatan kerja.

b)     Lourenço M.A.M. GUSMÃO (ADO), Dampak pengangguran terhadap pembangunan ekonomi di Timor Leste, 2009 Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya.

Analisa yang saya dapat dari pengertian pengangguran dari beliau adalah, bahwa orang-orang yang sedang mencari pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan.

c)      Ester Magdalna, Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran di Indonesia, 2010. Angkatan kerja dibedakan ke dalam dua subkelompok, yaitu pekerja dan penganggur. Pekerja ialah orang-orang yang mempunyai pekerjaan, mencakup orang yang mempunyai pekerjaan namun untuk sementara waktu kebetulan sedang tidak bekerja. Penganggur ialah orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Tingkat penganggur diukur sebagai suatu presentase dari angkatan kerja total yang tidak mempunyai pekerjaan terhadap seluruh angkatan kerja.

Analisa yang saya dapat dari pengertian pengangguran dari beliau adalah, orang yang sedang tidak bekerja, atau tidak memiliki pekerjaan.

v  Jadi dari ketiga jurnal yang review mengenai pengertian pengangguran, hal yang dapat saya analisa/ saya simpulkan, bahwa pengertian pengangguran yaitu orang yang sedang mencari pekerjaan dan orang tersebut belum juga mendapatkan peerjaan. Karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan angkatan kerja.

·         Dampak pengangguran terhadap perekonomian

a)      Menurut RIYAN SHAH, Pengangguran Yang Menjadi Ancaman Terhadap Ekonomi Sumbar, 2007. Pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatah perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini: Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah. Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun. Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menye-babkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu. Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya: Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian, Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan, Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.

Analisa yang saya dapat dari dampak pengangguran menurut beliau adalah, bahwa dengan terjadi nya pengangguran masyarakat tidak dapat memaksimalkan kemakmuran hidupnya, pendapatan dari sector pajak pun akan ikut berkurang. Dan daya beli masyarakat pun ikut berkurang karena adanya pengangguran.

b)      Menurut Lourenço M.A.M. GUSMÃO (ADO), Dampak pengangguran terhadap pembangunan ekonomi di Timor Leste, 2009. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

Analisa yang saya dapat dari dampak pengangguran menurut beliau adalah, dengan terjadinya pengangguran produktivitas dan pendapatan dalam masyarakat berkurang dan mengakibatkan terjadinya kemiskinan di dalam masyarakat. 

c)      Menurut Ester Magdalna, Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran di Indonesia, 2010. Dampak yang terjadi akibat pengangguran tentunya adalah berdampak negative. Karena pengangguran dapat menyebabkan keterampilan yang dimiliki menurun, dan tidak adanya pemasukan (uang) dalam rumah tangga, dan dengan adanya pengangguran dapat menyebabkan berkurangnya peredaran uang di masyarakat, perekonomian pun ikut menurun,

Analisa yang saya dapat dari dampak pengangguran menurut beliau adalah, pengangguran tentunya berdampak negative terhadap masyarakat. Karena ketrampulan yang dimiliki menjadi menurun dikarenakan menganggur, dan tidak adanya penghasilan.

v  Jadi dari ketiga jurnal yang review mengenai dampak yang terjadi akibat menganggur, hal yang dapat saya analisa/ saya simpulkan, bahwa dampak yang ditimbulkan adalah berdampak negative, hal ini di karenakan dengan adanya pengangguran dapat mengakibatkan tidak adanya pemasukan dalam rumah tangga, ketrampilan masyrakat pun berkurang karena tidak diasahnya dalam bekerja karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan, dan pemasukan pemerintah pun berkurang, dan daya beli masayarakat pun ikut berkurang.

·         Bagaimana kebijakan dilakukan pemerintah dalam mengatasi pengangguran yang semakin bertambah

a)      Menurut RIYAN SHAH, Pengangguran Yang Menjadi Ancaman Terhadap Ekonomi Sumbar, 2007. Adanya bermacam-macam pengangguran membutuhkan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sbb :

Ø  Cara Mengatasi Pengangguran Struktural Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah : Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
Ø  Cara Mengatasi Pengangguran Friksional Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sbb: Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru Menggalakkan pengembangan sector Informal, seperti home indiustri Menggalakkan program transmigrasi untuk me-nyerap tenaga kerja di sector agraris dan sector formal lainnya Pembukaan proyek-proyek umum oleh pemerintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.
Ø  Cara Mengatasi Pengangguran Musiman. Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara : Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sector lain, dan Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.
Ø  Cara mengatasi Pengangguran Siklus Untuk mengatasi pengangguran jenis ini adalah : Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan meningkatkan daya beli masyarakat. miskin dan menghilangkan kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak negara-negara berkembang , tidak terkecuali di Indonesia

Analisa yang saya dapat dari kebijakan apa saja yang dilakukan pemerintah menurut beliau adalah, dengan aktif mencari lamaran pekerjaan dan mendaftar/ melamar pekerjaan untuk mengisi pada posisi yang sedang di butuhkan, atau dengan mendirikan lapangan pekerjaan sendiri. Kemudian melakukan pelatihan pekerjaan/ kursus ketrampilan untuk mempermudah para penawar kerja mendapatkan pekerja yang kompeten. 

b)      Lourenço M.A.M. GUSMÃO (ADO), Dampak pengangguran terhadap pembangunan ekonomi di Timor Leste, 2008. Dari berbagai macam pengangguran yang ada, membutuhkan cara dalam  mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu :

Ø  Pengangguran Friksional /Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
Ø  Pengangguran Struktural / Structural Unemployment. Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Ø  Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment. Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
Ø  Pengangguran Siklikal. Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

Analisa yang saya dapat dari kebijakan apa saja yang dilakukan pemerintah menurut beliau adalah, dengan cara memenuhi sayarat yang dibutuhkan oleh penyedia kerja, dan memperluas lapangan pekerjaan, karena lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah angkatan kerja.

c)      Menurut Ester Magdalna, Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran di Indonesia, 2010. Dalam hal ini penyebab pengangguran dikarenakan factor-faktor dibawah ini, dan dapat dilakukan kebijakan sesuai factor-faktor dibawah ini :  
Ø  Faktor kemalasan. Pengangguran yang berasal dari kemalasan individu sebenarnya sedikit. Namun, dalam sistem materialis dan politik sekularis, banyak yang mendorong masyarat menjadi malas, seperti sistem penggajian yang tidak layak atau maraknya perjudian. Banyak orang yang miskin menjadi malas bekerja karena berharap kaya mendadak dengan jalan menang judi atau undian. Mereka juga cenderung malas untuk mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan. Oleh sebab itu pemerintah mengadakan penyuluhan mengenai pelatihan-pelatihan pengerjaan dan mencoba untuk mengadakan penyuluhan mengenai UKM agar masayarakat mau bekerja.
Ø  Faktor cacat /uzur. Dalam sistem kapitalis hukum yang diterapkan adalah ‘hukum rimba’. Karena itu, tidak ada tempat bagi mereka yang cacat/uzur untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Oleh sebab itu pemerintah membuka panti-panti untuk para penyandang cacat agar tidak menganggur dan mengasah ketrampilan yang dimiliki oleh para penyandang cacat tersebut, dan agar mereka mendapatkan penghasilan dari kerja keras mereka sendiri.
Ø  Faktor rendahnya pendidikan dan keterampilan. Saat ini sekitar 44,63 persen tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan rendah, yaitu SD dan SMP. Dampak dari rendahnya pendidikan ini adalah rendahnya keterampilan yang mereka miliki. Belum lagi sistem pendidikan Indonesia yang tidak fokus pada persoalan praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan dan dunia kerja. Pada akhirnya mereka menjadi pengangguran intelek. Oleh sebab itu pemerintah mengadakan sekolah geratis dan mengadakan beasiswa bagi para mereka yang tidk mampu untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
Analisa yang saya dapat dari kebijakan apa saja yang dilakukan pemerintah menurut beliau adalah, dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan mengenai pekerjaan agar mereka tidak malas untuk bekerja, dengan mendirikan panti-panti bagi para penyandang cacat, dan di panti itu para penyandang cacat diasah kemampuannya agar mereka dapat menghasilkan uang dari tenaga mereka sendiri, dan kemudian pemerintah juga mengadakan pendidikan gratis bagi mereka yang tidak mampu, agar menjadikan mereka tenaga ahli yang kompeten.
v Jadi dari ketiga jurnal yang review mengenai kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah, hal yang dapat saya analisa/ saya simpulkan, bahwa dalam hal ini pemerintah dapat melakukan kebijakan berupa menyediakan lapangan pekerjaan yang lebh luas lagi, dan bagi para industry membuka lapangan pekerjaan, agar tenaga kerja yang ada sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, kemudian pemerintah dapat melakukan kebijakan dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat yang memiliki kekurangan pada fisiknya dengan mendirikan panti ketrampilan, agar ketrampulan yang mereka miliki dapat mereka asah, dan mereka bisa mendapatkan hasil (uang) dari jeri payah mereka sendiri. Dan kemudian pemerintah juga membuka tempat-tempat kursus bagi para angkatan kerja, agar mereka menjadi pekerja yang kompeten dibidangnya. Dan pemerintah juga mengdakan sekolah gratis bgi para mereka yang tidak mampu agar mereka tidak mengalami putus sekolah, dan mengadakan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu dan berprestasi. Karena pendidikan juga sangat berpengaruh dalam dunia kerja/ lapangan kerja yag tersedia.  
7.     Rekomendasi




Kamis, 22 September 2011

PERTEMUAN 1 - TUGAS MEMBUAT ANALISIS JURNAL


NAMA                        : DESTI DIRNAENI
NPM                           : 12209257
KELAS                       : 3 EA 11
MATA KULIAH        : METODE RISET



Saya di berikan tugas oleh dosen matakuliah saya, untuk mereview 3 (tiga) buah jurnal dalam 1 (satu) tema yang sama. Dan tema yang saya ambil dalam kesempatan kali ini adalah mengenai ”Teknologi dalam perekonomian”.


1.      Judul, nama pengarang, tahun
a)      Dampak teknologi informasi terhadap bidang ekonomi perusahaan, Fauzi Azhari, 2010.
b)      Dampak teknologi terhadap kehidupan manusia, Kecebong, 2008.
c)      Pengaruh teknologi informasi terhadap perekonomian, Chepy Cahyadi, 2010. 


2.      Latar Belakang Masalah
1)      Fenomena
a)      Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan kmunikasi kini dirasakan hampir di setiap aspek kehidupan di dalam masyarakat. Salah satu contohnya, teknologi internet, kini internet sudah masuk didalam kehidupan masyarakat. Atau bahkan dapat dikatakan, kini internet tidak lagi sebagai keinginan namun sudah menjadi suatu kebutuhan di dalam masyarakat. Dan hal ini terjadi dikarenakan komunikasi adalah salah satu kebutuhan yang sangat mendasar di dalam kehidupan bermasyarakat. Teknologi internet berkembang dan menyatu dalam sebuah ‘dunia’ atau ‘ruang maya’ atau sering disebut sebagai cyber-space, sebuah dunia atau tempat orang dapat berkomunikasi, ‘bertemu’, dan melakukan berbagai aktivitas ekonomi/bisnis. informasi telah berubah bentuk menjadi suatu komoditi yang dapat diperdagangkan. Keadaan ini terbukti dengan semakin berkembangnya bisnis pelayanan informasi, seperti stasiun televisi, surat kabar, radio dan internet yang telah memasuki sendi-sendi kehidupan manusia. Perubahan lingkungan yang pesat, dinamis dan luas tersebut didukung oleh kemajuan teknologi informasi disegala bidang. Hal ini telah mendorong transformasi masyarakat tradisional menjadi masyarakat informasi.

b)     Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.

c)     Meningkatnya kecenderungan banyak orang terhadap tenologi informasi di era informasi ini ada kaitan secara langsung dengan peningkatan tahap literasi komputer, literasi informasi dan juga tingkat kesejahteraan masyarakat. Kesemua faktor tersebut satu sama lainnya saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan, selain itu juga minat membaca masyarakat lebih tinggi sehingga memerlukan berbagai sumber yang mudah dan cepat diakses. Pada dasarnya harapan utama kita adalah dengan teknologi informasi prodikvitas kerja di kalangan masyarakat Indonesia sekarang akan meningkat sehubungan dengan peningkatan taraf ekonomi dan pendapatan.


2)      Penelitian Sebelumnya
a)      Untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat perkembangan teknologi informasi, maka diusahakan beberapa tindakan. Masalah resistance to change harus dihilangkan karena hal ini dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas, meningkatkan angka absensi, dan mengurangi motivasi atau pemogokan kerja (Gordon, 1993). Untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan, Gordon menyarankan agar anggota organisasi atau pekerja dilibatkan dalam pelaksanaan tugas tertentu dan menciptakan lingkungan yang mendukung kualitas anggota organisasi. Selain itu perlu memberikan kesadaran pada karyawan bahwa penggunaan teknologi informasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan menunjukkan kelemahan sistem lama. Selanjutnya Gordon mengajukan beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengurangi resistance to change terhadap perubahan implementasi teknologi informasi, antara lain communication, educational program, evolusional change, employee involment, new policies and procedures, staff change, temporary structure dansteering committee.
b)      Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.

c)      Persaingan dalam dunia kerja menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.


3)      Motivasi Penelitian
a)      Pemanfaatan IT dalam mendorong pertumbuhan ekonomi
b)     Untuk mengetahui dampak dari pemanfaatan teknologi terhadap kehidupan perekonomian masyarakat.
c)      Untuk mengetahui Solusi dalam menangani dampak negatif dari Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap aktivitas ekonomi.
  
3.      Rumusan Masalah
1)    Apa dampak positif dan negatif IT pada ekonomi perusahaan?
2)    Apakah dampak dari teknologi terhadap kehidupan manusia?
3)    Dampak positif dan negatif Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap aktivitas ekonomi.  
4.      Tujuan Penelitian
1)      Menguraikan Masalah dan pemecahannya akibat perkembangan IT
2)      Untuk mengetahui apa saja dampak dari teknologi terhadap kehidupan manusia.
3)      Untuk mengetahui Peran dan dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap aktivitas ekonomi





http://forum1.aimoo.com/kaltarabloggers/Category/Topic-1-1221860.html
http://fauziahazhari.blog.upi.edu/
http://chepy.blog.upi.edu/2010/11/08/dampak-it-terhadap-perekonomian/