Minggu, 07 November 2010

TUGAS ARTIKEL SOFTSKILL EKONOMI KOPERASI (BEBAS)


DAMPAK NEGATIF FILM PORNO


            Kini maraknya film-film porno beredar di masyarakat, tidak hanya film, gambar-gambar pun kini marak tersebar bah kacang goreng. Parahnya lagi itu bukan di lihat atau di konsumsi oleh orang dewasa melainkan oleh anak-anak kecil dan para remaja yang belum cukup umur.
            Dengan majunya teknologi internet, kini filem-filem tersebut dapat diakses melalui dunia maya. Dan parahnya lagi, kini anak kecil jaman sekarang sudah mengerti dan bahkan begitu paham dengan penggunaan internet tersebut.
            Dengan adanya film-film yang tidak layak untuk di tonton tersebut dan kurangnya pengertian tentang sex education membuat para anak-anak tersebut tidak mengetahui dampak dari menonton film tersebut.
            Kini banyak sekali wanita korban pemerkosaan akibat si pria menonton film tersebut. Ketika sudah menonton pria tersebut akhirnya terangsang dan ingin mencoba atau mencontoh yang ada di film tersebut. Jika sudah seperti itu, ia tidak peduli korbannya wanita yang seperti apa. Bahkan anak kecil atau anak di bawah usia 5 tahun pun bisa saja menjadi korbannya. Akibatnya si anak tersebut kehilangan keperawanannya dan menanggung beban moral yang sangat besar.
            Apa lagi kini pergaulan  anak jaman sekarang yang semakin luas. Saking luasnya bahkan samapai-sampai keblinger. Ada yang sampai melakukan hubungan sex diluar nikah. Dan ada pula yang tega memperkosa teman sepermainannya sendiri. Jika sudah begitu, si wanita akan menanggung kehamilan dan malu yang sangat besar. Dan untuk menutupinya mereka pun melakukan aborsi.
            Aborsi tidak membantu si wanita untuk menghilangkan trauma perkosaan. Karena tindakan pengguguran kandungan itu sendiri dapat mengakibatkan luka jiwa yang hanya menambah beban derita korban. Pendapat masyarakat bahwa aborsi adalah keputusan terbaik bagi korban pemerkosaan yang hamil mencerminkan masyarakat yang melihat korban sebagai "tidak bersih" dan karenanya harus "dibersihkan dari noda pemerkosaan" dengan jalan aborsi. Masyarakat harus sadar, rasa marah, bersalah, takut, tidak percaya diri akibat menjadi korban pemerkosaan akan terus menghantui korban.
            Oleh sebab itu, mari kita sebagai penerus bangsa yang baik. Hindarilah pergaulan yang terlalu bebas. Pilih lah teman yang menurut kalian benar-benar baik. Baik pemerintah, orang tua, guru, dsb. Berilah pengetahuan mengenai sex education yang baik. Agar si anak dapat mengetahui lebih dulu mengenai sex education dan melarang untuk menonton film tersebut.
            Kini setiap warnet sudah dipasang alaram untuk melarang para pengguna jasa internet membuka situs porno. Dan pemerintah juga sudah menutup situs-situs porno yang beredar di dunia maya tersebut. Dan menurut saya yang dilakukan pemerintah kini sudah efektif dalam memajukan moral anak bangsa. Semoga yang dilakukan pemerintah dan masyarakat tersebut sudah efektif untuk memajukan moral anak bangsa kedepannya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar