Senin, 10 Oktober 2011

TUGAS SOFTSKIL PERILAKU KONSUMEN BAB 1 SAMPAI 3- PERTEMUAN 1

MCDONALD'S MAMPU MEMENUHI KEBUTUHAN PARA KONSUMEN


BAB  I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang Masalah
Jika Anda sedang mengemudi di jalan umum dan menemui sebuah lambang berupa dua busur kuning cerah yang menyerupai huruf M, apakah yang terbersit dalam pikiran Anda? Ya, ingatan Anda kemungkina besar langsung tertuju kepada restoran McDonald dan makanan cepat saji yang lezat di lidah. McDonald’s Corporation tidak diragukan lagi merupakan sebuah raksasa dunia dalam bisnis makanan siap saji. Diawali dengan pendirian restoran pertamanya di tahun 1940 oleh dua bersaudara Dick dan Mac McDonald, rangkaian rumah makan siap saji yang menyediakan pilihan menu khas seperti hamburger, minuman ringan, kentang goreng, filet ayam serta beberapa pilihan hidangan lokal sesuai lokasi restoran masing-masing. Mereka memperkenalkan "Speedee Service System" pada tahun 1948, yang kemudian menjadi pinsip dasar restoran siap-saji modern.
Namun kini restoran tersebut sudah dikenal di seluruh dunia, dan restoran tersebut juga sudah tersebar di 118 negara di dunia, salah satunya Indonesia.
Dapat dikatakan hampir semua orang menyukai makanan yang disajikan oleh restoran tersebut. Baik tempat dan pelayanan yang diberikan oleh restoran tersebut sangatlah baik. Manajemen yang dilakukan oleh restoran tersebut sangat memperhatikan keinginan para konsumen. Itu sebabnya restoran tersebut dijadikan restoran faforit untuk semua orang.
2.      Rumusan Masalah 
1)      Bagaimana cara pihak restoran McDonalds memahami prilaku konsumen?
2)      Bagaimana cara pihak restoran McDonalds memenuhi kebutuhan dari segmentasi pasar?
3)      Bagaimana cara konsumen dapat mengambil sebuah keputusan jika restoran Mcdonald adalah restoran cepat saji yang paling baik?
3.      Tujuan penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas, maka penelitian yang saya buat ini bertujaun untuk :
1)      Untuk mengetahui sejauh mana restoran McDonald memahami prilaku para konsumen.
2)      Untuk mengetahui bagaimana cara pihak restoran dapat memenuhi kebutuhan dari berbagai segmentasi pasar.
3)      Untuk mengetahui bagaimana cara konsumen mengambil sebuah keputusan dalam memilih dan mengkonsumsi sebuah produk.
4.      Metodelogi Penelitian
Menurut cara perolehannya dalam penelitian ini saya menggunakan beberapa metode diantaranya :
1.      Melalui data sekunder, yaitu data yang berasal dari pihak lain yang telah dikumpulkan dan diolahnya terlebih dahulu.
2.      Sedangkan menurut sifatnya saya menggunakan data primer dan data sekunder.
3.      Dan menurut sumbernya, dalam penelitian ini saya mengumpulkan data melalui dokumentasi, yaitu mencari data-data melalui media internet.
5.      Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara untuk masalah yang diteliti, yang dapat dirumuskan sebagai berikut :
Restoran cepat saji McDonald’s mampu memenuhi kebutuhan para konsumennya.


                                           
BAB  II
PEMBAHASAN
       I.            Pendahuluan
                    A.            Apakah yang di maksud dengan Perilaku Konsumen ?
Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low – involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high – involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.
Dan restoran McDonald tentunya menggunakan prinsip dari penegrtian prilaku konsumen tersebut. Restoran tersebut mengenali bagaimana keinginan bahkan kebutuhan para pelanggannya.
Pihak restoran McDonald melakukan pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi  pemasaran yang baik, yaitu dengan mengadakan promosi melalui media iklan baik d TV, majalah, maupun surat kabar.
Kemudian melakukan inovasi terbaru setiap periode agar menarik keinginan dan kebutuhan para konsumen. Kemudian memberikan diskon untuk menarik pembeli. Menambahkan menu untuk anak, dan  menu anak tersebut diberikan  tambahan hadiah berupa mainan. Hal ini digunakan agar menarik perhatian konsumen pada anak-anak.
                     B.            Pemikiran yang benar tentang konsumen
Konsumen adalah orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

                    C.            Penelitian konsumen sebagai suatu bidang yang dinamis
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi.
Dalah hal ini seorang konsumen lebih menyukai menu makanan Hamburger dan Frenchfrise di bandingkan menu paket panas seperti rice + chicken + cola yang di sajikan oleh restoran McDonald. Karena menurut mereka, menu tersebut lebih enak dan lebih unik dari segi rasa maupun segi bentuk.

II.            Segmentasi pasar dan analisis demografi
                    A.            Apa yang di maksud dengan Segmentasi Pasar ?
Pengertian segmentasi pasar itu sendiri adalah proses membagi-bagi pasar yang semula berprilaku heterogen menjadi beberapa kelompok pasar yang sekarang berprilaku lebih seragam. Atau proses pengelompokkan bagian-bagian pasar yang berprilaku sama dari keseluruhan perilaku pasar yang beragam. Secara umum, tujuan segmentasi pasar adalah untuk memperoleh bagian pasar yang mempunyai karakter dan perilaku yang lebih seragam.
1)      Segmentasi pasar dan kepuasan
Pengelompokan inilah yang sering kita dengar sebagai segmentasi pelanggan. Segmentasi ini mutlak dilakukan secara bervariasi. Dapat di bagi beberapa segmen berdasarkan :
Ø      letak geografis
Ø      volume pembelian demografis
Ø       produk yang dibeli 
Ø      sesuai kebutuhan Anda

Umumnya, tiap segmen adalah unik dan juga memberi kontribusi yang berbeda terhadap organisasi.

2)      Segmentasi dan profitabilitas
a)      Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi
Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.
b)      Fokus Pada “Core Business” Terpenting Anda
Apakah Anda sudah mengetahui apa sebenarnya Core Business di mana Anda harus menfokuskan waktu, energi dan pikiran? Jika Anda melenceng pada hal-hal yang tidak penting, maka yang sedah Anda lakukan adalah pemborosan sumberdaya yang sangat berharga, yaitu waktu Anda.
c)      Berdayakan Orang-orang Yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan
Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.
d)      Pertajam Kecerdasan Organisasi
Apakah organisasi Anda merupakan organisasi yang cerdas? Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi pula kemampuan organisasi Anda dalam menavigasikan diri ke arah masa depan yang lebih baik. Seberapa sering Anda memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas bagi para karyawan untuk mempertajam kemampuan mereka dalam mengelola organisasi secara lebih profesional. Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan Anda.
e)      Kompensasi Yang Sesuai
Manusia ingin dihargai. Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap mereka akan memberikan yang terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan merefleksikan kinerja. 

3)      Penggunaan segmentasi dalam strategi pemasaran 
Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik:

§         Measurable      : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat  
  diukur  meskipun ada beberapa variabel yang sulit  
  diukur.
§         Accessible        : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani
   secara efektif.
§         Substantial        : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan
  untuk dilayani
§         Differentiable    : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual
  dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap
  elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
§         Actionable        : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan
  melayani segmen-segmen yang bersangkutan.

Ø      Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:

a)      Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
b)      Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Dari penjelasan mengenai segmentasi di atas, restoran McDonald di tujukan untuk semua kalangan. Baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. McDonald sendiri ingin menjadikan restorant sebagai tempat untuk berkumpul.
Perusahaan tersebut juga menekankan pada kesejahteraan karyawannya. Dengan memberikan kesejahteraan kepada karyawan, maka karyawan pun juga memberikan cara kerja yang baik kepda perusahaan. Seperti memebrikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Dan ini terjadi kerja sama baik antara atasan, karyawan bahkan konsumen.
Namun untuk di Indonesia sepertinya restoran McDonald hanya diperuntukan untuk kalangan kelas menengah dan kalangan kelas atas saja. Untuk kalangan kebawah mereka tidak dapat menikamti makanan yang disajikan oleh restoran tersebut. Hal ini dikarenakan harga yang tidak mudah terjangkau untuk kalangan kelas bawah.
Namun restoran McDonald juga memperhatikan konsumennya. Seperti menyediakan makanan yang halal dan yang haram kepada konsumen. Karna tidak semua konsumen menyantap makanan yang Haram (contohnya daging babi atau pun anjing). Kemudian khususnya dinegara Indonesia, restoran tersebut menyediakan menu tambahan nasi. Karna nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Dan berbeda dengan Negara asal restoran tersebut. Restoran tersebut di Negara asalanya tidak menyediakan menu tambahan nasi karna memang masyarakat di sana tidak memakan nasi melankan gandum.
Kemudian restoran tersebut juga menyediakan menu breakfast, menu ini di peruntukan untuk para konsumen yang belum sempat sarapan sebelum melakukan aktifitas rutinnya.
Dan kini di setiap outlat/ restoran-restoran McDonald lainnya sudah menyediakan Wi-Fi untuk mereka yang ingin melakukan internet conection.    
                 B.            Rencana perubahan
Rencana perubanan maksudnya adalah perilaku konsumen dimana mulai mengalami perubahan terhadap suatu produk. Hal ini daat di karenakan adanya rasa kecewa terhadap kelemahan produk.
Contoh : Konsumen Indofood mengurangi konsumsi produk karena ada beberapa kendala, seperti tidak tersedianya stok produk di pasar, kualitas yang menurun atau harga yang naik.
                    C.            Analisis konsumen dan perubahan struktur pasar
                                              a.            Analisi konsumen
Ø      Analisis konsumen dan kebijakan social
Analisis konsumen berguna untuk melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran pemasaran di dalamnya. Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai pentahapan sebagai berikut:
·        Analisis Kebutuhan. Konsumen merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain-lain.
·        Pencarian Informasi. Setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.
·        Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian mengadakan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia keluarkan.
·        Keputusan Pembelian. Konsumen memutuskan untuk membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
·        Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa. Apakah dia akan puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa tersebut atau tidak.

Ø                  Analisis Kebijakan Sosial 
Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakn yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru. 

Namun demikian, baik analisis kebijakan maupun pengembangan kebijakan keduanya memfokuskan pada konsekuensi-konsekuensi kebijakan. Analisis kebijakan mengkaji kebijakan yang telah berjalan, sedangkan pengembangan kebijakan memberikan petunjuk bagi pembuatan atau perumusan kebijakan yang baru. 
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa analisis kebijakan sosial adalah usaha terencana yang berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan preskripsi atau rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap konsekuensi-konsekuensi kebijakan sosial yang telah diterapkan. Penelaahan terhadap kebijakan sosial tersebut didasari oleh oleh prinsip-prinsip umum yang dibuat berdasarkan pilihan-pilihan tindakan sebagai berikut: 
·        Penelitian dan rasionalisasi yang dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang dilakukan. 
·        Orientasi nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial tersebut berdasarkan nilai benar dan salah. 
·        Pertimbangan politik yang umumnya dijadikan landasan untuk menjamin keamanan dan stabilitas. 

                                              b.            Perubahan struktur pasar konsumen
Struktur Pasar Konsumen terdiri dari Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli. Untuk struktur pasar yang terjadi pada restoran McDonal ini sendiri merupakan pasar monopolistic, yaitu terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Sifat-sifat pasar monopolistik :
§         Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
§         Mirip dengan pasar persaingan sempurna
§         Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
§         Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
§         Relatif mudah keluar masuk pasar

 III.            Proses pengambilan keputusan oleh konsumen
                    A.            Model proses pengambilan keputusan
Model-model pengambilan keputusan telah dikembangkan oleh beberapa ahli untuk memahami bagaimana seorang konsumen mengambil keputusan pembelian. Model-model pengambilan keputusan kontemporer ini menekankan kepada aktor yang berperan pada pengambilan keputusan yaitu konsumen, serta lebih mempertimbangkan aspek psikologi dan sosial individu. Dan secara umum ada tiga cara/model analisis pengambilan keputusan konsumen, yakni:
·        Economic Models, pengambilan keputusan diambil berdasarkan alas an ekonomis dan bersifat lebih rasional.
·        Psychological models, diambil lebih banyak akrena lasan psikoligs dan sejumlah faktos sosilogis seperti pengaruh keluarga dan budaya
·        Consumer behaviour models. Model yang umumnya diambil kebanyakan konsumen, Dilandasi oleh faktor ekonomi rasional dan  psikologis.

                     B.            Tipe-tipe proses pengambilan keputusan
Tipe Pengambilan keputusan ( Decision making) adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.  Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
                                              a.            Keputusan terprogram/keputusan terstruktur, yaitu keputusan yang berulang-ulang dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah. 
                                              b.            Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur, yaitu  keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan-perhitungan serta analisis yang terperinci. Contohnya:  Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, seperti mesin kasir, untuk minuman, masak dan lain sebagainya. Dan untuk keputusan alokasi dana promosi. 
                                              c.            Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur, yaitu keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.

                    C.            Faktor-faktor yang mempengaruhi pemecahan masalah
Ø      Faktornya antara lain :
a)      Masalah sederhana ( simple problem ) CORAK / JENIS MASALAH1 
• • Ciri : berskala besar, tidak berdiri sendiri (memiliki kaitan erat dengan masalah lain), mengandung konsekuensi besar, pemecahannya memerlukan pemikiran yg tajam dan analitis . 
• Scope : Pemecahan masalah dilakukan secara kelompok yang melibatkan pimpinan dan segenap staf pembantunya. 
• Jenis : masalah yg terstruktur ( structured problems) & masalah yg tidak terstruktur ( unstructured problems ). 

b)      Masalah rumit ( complex problem ) CORAK / JENIS MASALAH - 2 , yaitu masalah yg jelas faktor penyebabnya, bersifat rutin dan biasanya timbul berulang kali shg pemecahannya dapat dilakukan dengan teknik pengambilan keputusan yg bersifat rutin, repetitif & dibakukan. 
• Contoh : penggajian, kepangkatan dan pembinaan pegawai, masalah perijinan, dsb. 
• Sifat pengambilan keputusan : relatif lebih mudah atau cepat, salah satu caranya dengan penyusunan metode / prosedur / program tetap (SOP). 

c)      Masalah yg Terstruktur, yaitu penyimpangan dari masalah organisasi yang bersifat umum, tidak rutin, tidak jelas faktor penyebab dan konsekuensinya, serta tidak repetitif kasusnya. 
• Sifat pengambilan keputusan : relatif lebih sulit dan lebih lama , diperlukan teknik PK yang bersifat non-programmed decision-making. 

d)      Masalah yg Tidak Terstruktur
v    Fakta dipisahkan dari opini atau spekulasi. Data objektif dipisahkan dari persepsi. 
v    Semua pihak yg terlibat diperlakukan sebagai sumber informasi. 
v    Masalah harus dinyatakan secara eksplisit/tegas, untuk menghindarkan dari pembuatan definisi yg tidak jelas. 
v    Definisi yg dibuat harus menyatakan dg jelas adanya ketidak-sesuaian antara standar atau harapan yang telah ditetapkan sebelumnya dan kenyataan yg terjadi. 
v    Definisi yg dibuat harus menyatakan dengan jelas, pihak-pihak yang terkait atau berkepentingan dengan terjadinya masalah. 
v    Definisi yg dibuat bukanlah seperti sebuah solusi yang samar. Contoh: Masalah yang kita hadapi adalah melatih staf yang bekerja lamban. 
                    D.            Pembelian
Pembelian adalah situasi dimana konsumen bersedia menukarkan sejumlah uangnya dengan sejumlah produk barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.
Dengan melakukan pembelian makanan di restoran McDonald sebagaimana diketahui adalah salah satu restoran makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena kecepatan waktu dalam hal penyajiannya.
Demikian juga bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, restoran tersebut merupakan restoran makanan cepat saji yang biasa dikonsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan karna tempatnya kini lebih mudah terjangkau.
Dengan semakin banyaknya restorant cepat saji lainnya yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan keinginannya. 
Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen makanan cepat saji untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya brand/ nama restoran yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.

                     E.            Diagnosa perilaku konsumen
Persaingan dalam dunia bisnis dimasa sekarang baik di pasar dalam negeri/domestik mapun di pasar luar negeri. Apalagi negara Indonesa yang telah melakukan Asean Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2002, hal ini berarti pelaku bisnis yang ada di dalam negeri selain mereka harus bersaing dengan pelaku bisnis lokal mereka juga bersaing dengan pelaku bisnis luar negri karena mereka telah dibebaskan bea masuk produk yang mereka tawarkan di pasar dalam negeri. untuk mengenakan persaingan, perusahaan harus mampu memberikan kepada para pelanggannya, misalnya dengan memberikan produk yang mutunya lebih baik, harganya baik, pelayanannya lebih baik dari para pesaingnya.
Oleh karena itu kepuasan konsumen merupakan masalah penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Perilaku konsumen mencerminkan mengapa seseorang konsumen membeli suatu produk dan bagaiamana konsumen itu memilih dan membeli suatu produk. Konsumen akan membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkannya.
Oleh karena itu seorang konsumen akan memilih barang yang memenuhi harapannya. Dengan mengkaji perilaku konsumen perusahaan dapat mengetahui tentang hasil diagnosa siapa dan apa serta bagaimana kebenaran tentang pemakaian suatu poduk. Dari perilaku konsumen menyenangi produk saingan dan kurang menyenangi produk yang dihasilkan suatu perusahaan.


BAB  III
PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dalam mendirikan sebuah usaha/ bisnis seperti restoran cepat saji seperti di atas. Kita harus mengetahui terlebih dulu bagaimana selera pasar atau selera konsumen. Apakah kita bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Walaupun pada dasarnya yang menjadi tujuan utama kita dalam mendirikan sebuah usaha adalah untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Namun jika kita tidak memperhatikan bagaimana kebutuhan konsumen, maka konsumen tidak akan mengkonsumsi produk yang kita hasilkan.
Seperti yang saya telah bahas dalam studi kasus di atas mengenai restoran cepat saji McDonald. Ia mampu bertahan hingga saat ini dikarenakan mereka mampu memenuhi kebutuhan para konsumen. Salah satunya ialah dengan memberikan menu tambahan nasi untuk di Indonesia. Karena pada Negara asalnya restoran McDonald tersebut tidak ada menu nasi. Dan itu sudah membuktikan bahwa restoran trsebut mampu memenuhi kebutuhan para konumen.

Dan bahkan kini di setiap restoran sudah di pasang Wi-Fi untuk mempermudah konsumen yang makan di retoran tersebut untuk melakukan internetan. Dan itu menambah daftar bahwa restoran tersebut memenuhi kebutuhan konsumen. Dan setiap periode restoran tersebut juga melakukan inovasiinovasi yang lebih fresh, yaitu dengan memberikan menu special berupa menu breakfast. Jadi bagi para konsumen yang ingin sarapan atau belum sempat sarapan dapat memesan menu tersebut.

SARAN
Dari data di atas, saya hanya ingin memberikan beberapa saran kepada para pebisnis. Utamakanlah kebutuhan para konsumen. Jika kalian hanya memikirkan bagaimana mencari sebuah keuntungan tanpa memikirkan bagaiamana cara memenuhi kebutuhan para konsumen. Perusahaaan atau uasaha yang anda bangun tidak akan tetap kokoh berdiri. Karna mempertahankan konsumen itu jauh lebih sulit dari pada mendapatkan konsumen.



DAFTAR PUSTAKA

Budiarto Teguh, Dasar Pemasaran, Depok : Seri Diktat Kuliah Universitas Gunadarma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar